Wednesday, 18 March 2015

HYDE, JEKYL, ME


“Pernahkah kau menghadapi sisi lain dari dirimu?”

Direktur disebuah taman bermain Wonderland yang mempunyai sifat yang dingin, angkuh, dan tidak akan pernah mau menolong siapapun termasuk wanita. Terbukti saat dirinya menolak untuk menolong seorang wanita yang sedang panic karena salah satu hewan sirkus di Wonderland kabur dari kandangnya. Untungnya seorang wanita yang juga merupakan anak dari ketua sirkus di wonderland itu bisa menenangkan hewan tersebut. Direktur itu bernama Goo Seo Jin, dia tidak pernah tersenyum dan memiliki tatapan yang dingin.
Namun dibalik sifatnya yang nyebelin, ternyata direktur Goo mempunyai kelainan mental, dimana dia memiliki dua kepribadian. Kepribadian lain yang sangat bertolak belakang dengan kepribadiannya. Robin sebutannya. Orang yang ramah, selalu tersenyum, dan selalu menolong orang disekitarnya yang membutuhkan bantuannya. Disela luangnya robin bekerja sebagai penulis webtoon dan penulis sketsa di sirkus Wonderland.
Robin muncul diwaktu malam setelah Seo Jin tidur dan akan selalu muncul disaat Seo Jin sangat tertekan  butuh pertolongan, seperti saat ketua sirkus Wonderland, Jang Hana meminta perlindungan dari pria misterius yang mencoba mengejarnya karena melihat pria itu mencelakakan dokter kang. Namun apa yang dilakukan Seo Jin?dia berlari menuju lift dan membiarkan Jang Hana menghadapi pria misterius itu.
Setelah lift tertutup, semua system tubuh Seo Jin meningkat hingga ia tidak bisa bernafas. Saat itulah robin muncul dan mengejar pria misterius itu untuk menyelamatkan Jang Hana. Ketika tersadar mereka berdua sudah berada disebuah rumah sakit.


“Jika orang lain muncul dalam diriku, maka kuberharap dia orang yang lebih baik dariku”

Sebuah balon terbang tinggi, mengenai bola lampu kelap-kelip dan  bergoyang-goyang. Mimpi Seo Jin sama dengan apa yang akan terjadi hari ini. Dia berteriak memanggil nama Jang Hana untuk menjauh dari bola lampu yang akan menimpanya. Disaat bersamaan semua system tubuhnya meningkat dan rasa sesak muncul, disaat itu pula Seo Jin berganti menjadi Robin dan segera berlari kearah Jang Hana.
Mereka berdua terjatuh tepat disamping bola lampu itu jatuh. Robin pun tersenyum kepada Jang Hana dan pergi meninggalkannya dalam kebingungan. Jang Hana tidak menyangka jikaDirektur Goo akan menyelamatkannya, karena selama ini dia tidak dalam hubungan yang baik dengan Direktur Goo. Jang Hana pun mengejar Robin. Satu kalimat yang diucapkan Robin membuatnya teringat akan masa lalu “Inilah kepribadianku yang senang menyelamatkan orang”.



“Terkadang hidup penuh dengan hal yang tak bisa kau kendalikan”

Bukan Robin namanya jika tidak bisa membuat Seo Jin marah. Bayangkan saja dalam keadaan tidak sadar Seo Jin telah menandatangani kontrak dengan sirkus yang diketuai oleh Jang Hana, terlebih Jang Hana boleh tinggal di rumahnya. Robin berhasil membungkam Seo Jin dengan alasan bahwa Jang Hana adalah saksi dari kasus hilangnya dokter Kang sehingga dia perlu dilindungi.
“Seberapa keras kau bergelut dengan masa kecilmu?”
Masa kecil untuk kebanyakan orang adalah masa yang sangat menyenangkan, tapi itu tidak berlaku untuk Seo Jin. Masa kecilnya sangat tragis, dia pernah diculik bersama dengan temannya. Namun dia berhasil kabur dan temannya sengaja ia tinggalkan. Oleh sebab itu dia sangat trauma dengan kejadian hari itu. Saat teman masa kecilnya Lee So Hyun ternyata belum meninggal, Seo Jin sangat shock menerima kenyataan itu. Rasa bersalah dan ketakutan mulai menggerayangi jiwanya. Saat Seo Jin tidak sanggup lagi menghadapi kenyataan, saat itu juga Robin muncul dan peristiwa itu merupakan salah satu dugaan sebab Robin terlahir.

“Dua kepribadian dalam satu tubuh. Apakah satu atau dua orang?”

Lee So Hyun berhasil menggiring Seo Jin yang saat itu adalah Robin, menuju ke tempat dimana dirinya disekap dahulu saat di culik. Jang Hana yang penasaran pun mengikuti Direktur Goo. Disaat Jang Hana hendak menyelamatkan Seo Jin, terdengar suara pintu yang dikunci dari dalam. Ya, mereka pun terkunci. Perlahan sebuah asap keluar dari sela-sela dinding. Gas itu berhasil membuat keduanya kekurangan oksigen. Seo Jin yang sudah terlepas dari ikatannya menuju lemari dan menemukan sebuah masker yang bisa berguna untuk memperlambat asap masuk kedalam paru-paru.
Saat hendak dipakai, potongan-potongan dari peristiwa penculikan menghantam ingatannya. Seo Jin berbalik dan memperhatikan Jang Hana, hampir pingsan. Segera ia pakaikan masker yang ada ditangannya untuk Jang Hana. Lee So Hyun yang saat itu melihat melalui layar monitor hanya memasang ekspresi terkejut dengan apa yang dilakukan Seo Jin.
Namun Seo Jin sudah tidak kuat mengadapi trauma masa kecilnya, hingga ia memutuskan memanggil Robin keluar. Kaca jendela dipecah oleh Robin dengan punggung tangannya. Darah segar mengalir deras dari tangannya. Jang Hana mengetahui Robin datang menyelamatkannya. Sesuatu mengusik keadarannya ketika dia tersadar dari pingsan. Jang Hana pun menuju ruang tidur Direktur Goo dan bertanya, apakah Robin ada disana saat kejadian.



“Hari-hari lain untuk cinta dan cinta lagi..Hari-hari itulah yang membuatku ada disini”


Sebuah fakta yang mengejutkan, saat Jang Hana dan dokter Yoon yang tak lain adalah Lee Sohyun mengetahui Seo Jin memiliki kepribadian lain selain Robin. Kepribadian yang diciptakan oleh robin yaitu Terry, kepribadian yang sangat kejam dan kasar. Kesempatan ini tidak disia-siakan oleh Lee Sohyun untuk menjebak Seo Jin yang sudah berubah menjadi Robin, supaya Terry muncul. Dia menyiapkan dokter Kang sebagai umpannya. Tak disangka Terry yang hampir membunuh dokter Kang menghentikan aksinya. Sebuah panggilan dari Jang Hana membuat Terry menangis dan telah berubah entah menjadi Seo Jin ataukah Robin. Dia berkata sambil memeluk Jang Hana “Aku ingin hidup. Aku ingin hidup tapi sebagai Robin. Kepribadian yang menyelamatkan orang lain dan yang kau sukai”.

No comments:

Post a Comment