“Pernahkah
kau menghadapi sisi lain dari dirimu?”
Direktur
disebuah taman bermain Wonderland yang mempunyai sifat yang dingin, angkuh, dan
tidak akan pernah mau menolong siapapun termasuk wanita. Terbukti saat dirinya
menolak untuk menolong seorang wanita yang sedang panic karena salah satu hewan
sirkus di Wonderland kabur dari kandangnya. Untungnya seorang wanita yang juga
merupakan anak dari ketua sirkus di wonderland itu bisa menenangkan hewan
tersebut. Direktur itu bernama Goo Seo Jin, dia tidak pernah tersenyum dan
memiliki tatapan yang dingin.
Namun
dibalik sifatnya yang nyebelin, ternyata direktur Goo mempunyai kelainan
mental, dimana dia memiliki dua kepribadian. Kepribadian lain yang sangat
bertolak belakang dengan kepribadiannya. Robin sebutannya. Orang yang ramah,
selalu tersenyum, dan selalu menolong orang disekitarnya yang membutuhkan
bantuannya. Disela luangnya robin bekerja sebagai penulis webtoon dan penulis
sketsa di sirkus Wonderland.
Robin
muncul diwaktu malam setelah Seo Jin tidur dan akan selalu muncul disaat Seo
Jin sangat tertekan butuh pertolongan,
seperti saat ketua sirkus Wonderland, Jang Hana meminta perlindungan dari pria
misterius yang mencoba mengejarnya karena melihat pria itu mencelakakan dokter
kang. Namun apa yang dilakukan Seo Jin?dia berlari menuju lift dan membiarkan
Jang Hana menghadapi pria misterius itu.
Setelah
lift tertutup, semua system tubuh Seo Jin meningkat hingga ia tidak bisa
bernafas. Saat itulah robin muncul dan mengejar pria misterius itu untuk
menyelamatkan Jang Hana. Ketika tersadar mereka berdua sudah berada disebuah
rumah sakit.
“Jika
orang lain muncul dalam diriku, maka kuberharap dia orang yang lebih baik
dariku”
Sebuah
balon terbang tinggi, mengenai bola lampu kelap-kelip dan bergoyang-goyang. Mimpi Seo Jin sama dengan
apa yang akan terjadi hari ini. Dia berteriak memanggil nama Jang Hana untuk
menjauh dari bola lampu yang akan menimpanya. Disaat bersamaan semua system
tubuhnya meningkat dan rasa sesak muncul, disaat itu pula Seo Jin berganti
menjadi Robin dan segera berlari kearah Jang Hana.
Mereka
berdua terjatuh tepat disamping bola lampu itu jatuh. Robin pun tersenyum
kepada Jang Hana dan pergi meninggalkannya dalam kebingungan. Jang Hana tidak
menyangka jikaDirektur Goo akan menyelamatkannya, karena selama ini dia tidak
dalam hubungan yang baik dengan Direktur Goo. Jang Hana pun mengejar Robin.
Satu kalimat yang diucapkan Robin membuatnya teringat akan masa lalu “Inilah
kepribadianku yang senang menyelamatkan orang”.
“Terkadang
hidup penuh dengan hal yang tak bisa kau kendalikan”
Bukan
Robin namanya jika tidak bisa membuat Seo Jin marah. Bayangkan saja dalam
keadaan tidak sadar Seo Jin telah menandatangani kontrak dengan sirkus yang
diketuai oleh Jang Hana, terlebih Jang Hana boleh tinggal di rumahnya. Robin
berhasil membungkam Seo Jin dengan alasan bahwa Jang Hana adalah saksi dari
kasus hilangnya dokter Kang sehingga dia perlu dilindungi.
“Seberapa
keras kau bergelut dengan masa kecilmu?”
Masa
kecil untuk kebanyakan orang adalah masa yang sangat menyenangkan, tapi itu
tidak berlaku untuk Seo Jin. Masa kecilnya sangat tragis, dia pernah diculik
bersama dengan temannya. Namun dia berhasil kabur dan temannya sengaja ia
tinggalkan. Oleh sebab itu dia sangat trauma dengan kejadian hari itu. Saat
teman masa kecilnya Lee So Hyun ternyata belum meninggal, Seo Jin sangat shock
menerima kenyataan itu. Rasa bersalah dan ketakutan mulai menggerayangi
jiwanya. Saat Seo Jin tidak sanggup lagi menghadapi kenyataan, saat itu juga
Robin muncul dan peristiwa itu merupakan salah satu dugaan sebab Robin
terlahir.
“Dua
kepribadian dalam satu tubuh. Apakah satu atau dua orang?”
Lee So
Hyun berhasil menggiring Seo Jin yang saat itu adalah Robin, menuju ke tempat
dimana dirinya disekap dahulu saat di culik. Jang Hana yang penasaran pun
mengikuti Direktur Goo. Disaat Jang Hana hendak menyelamatkan Seo Jin,
terdengar suara pintu yang dikunci dari dalam. Ya, mereka pun terkunci.
Perlahan sebuah asap keluar dari sela-sela dinding. Gas itu berhasil membuat
keduanya kekurangan oksigen. Seo Jin yang sudah terlepas dari ikatannya menuju
lemari dan menemukan sebuah masker yang bisa berguna untuk memperlambat asap
masuk kedalam paru-paru.
Saat
hendak dipakai, potongan-potongan dari peristiwa penculikan menghantam
ingatannya. Seo Jin berbalik dan memperhatikan Jang Hana, hampir pingsan.
Segera ia pakaikan masker yang ada ditangannya untuk Jang Hana. Lee So Hyun
yang saat itu melihat melalui layar monitor hanya memasang ekspresi terkejut
dengan apa yang dilakukan Seo Jin.
Namun
Seo Jin sudah tidak kuat mengadapi trauma masa kecilnya, hingga ia memutuskan
memanggil Robin keluar. Kaca jendela dipecah oleh Robin dengan punggung
tangannya. Darah segar mengalir deras dari tangannya. Jang Hana mengetahui
Robin datang menyelamatkannya. Sesuatu mengusik keadarannya ketika dia tersadar
dari pingsan. Jang Hana pun menuju ruang tidur Direktur Goo dan bertanya,
apakah Robin ada disana saat kejadian.
“Hari-hari
lain untuk cinta dan cinta lagi..Hari-hari itulah yang membuatku ada disini”
Sebuah
fakta yang mengejutkan, saat Jang Hana dan dokter Yoon yang tak lain adalah Lee
Sohyun mengetahui Seo Jin memiliki kepribadian lain selain Robin. Kepribadian
yang diciptakan oleh robin yaitu Terry, kepribadian yang sangat kejam dan
kasar. Kesempatan ini tidak disia-siakan oleh Lee Sohyun untuk menjebak Seo Jin
yang sudah berubah menjadi Robin, supaya Terry muncul. Dia menyiapkan dokter
Kang sebagai umpannya. Tak disangka Terry yang hampir membunuh dokter Kang
menghentikan aksinya. Sebuah panggilan dari Jang Hana membuat Terry menangis
dan telah berubah entah menjadi Seo Jin ataukah Robin. Dia berkata sambil
memeluk Jang Hana “Aku ingin hidup. Aku ingin hidup tapi sebagai Robin.
Kepribadian yang menyelamatkan orang lain dan yang kau sukai”.